Puisi "Sesaat dengan kesombongan"

Sesaat dengan kesombongan 

Hai kau yang duduk disinggah sana ,
Sesaat dengan kesombongan, 
Dengan dasi pakaian yang rapih
Kursi mewah yang terlihat kokoh, 
Dengan warna yang selalu terlihat baru ,
cobalah tengok jari jemari peminta sesuap nasi, 
Bekerja saat lampu merah terhenti
Mengedor- ngedor kaca pintu ,
Acuh dengan acuh lampu hijau tak menghasilkan apa-apa, 
Pulang dengan tangan kosong, 
Mencari makan di tempat sampah untuk keluarganya, 
Masihkah kalian menyisakan nasi itu  ?
Ada mereka yang mencari butiran nasi meredakan kelaparan mereka
Ada mereka yang bermuka kusam dengan baju compang camping, 
Ada mereka yang kau abaikan dengan kesombongan sesaat ,
Mungkin hati mereka tertutup oleh limpahan uang ,
Mungkin mata mereka tak lagi melihat disekeliling penuh derita ,
Mungkin inilah keserakahan yang nyata terlihat, 
Mari doakan para pemeran berdasi, 
Dibukakan pintu hati dan mata mereka yang tak melihat ,
Untukmu yang membaca ini, 
Hendaknya jangan abaikan disekelilingmu jika kau mampu untuk memberi, 
Tak perlu banyak intinya berkah bagi penerima ,
Selamat untukmu yang sudah melihat disekeliling, 
Tetaplah dengan dirimu ini ,
Jangan sombong akan apa yang kau dapatkan nanti ,
Jika kelak kau menjadi pemegang kuasa dari beberapa anak buah, 
Ingat itu hanya sesaat ,
Akhirat menanti tak tanggung-tanggung, 
Balasan setimpal bagi kebaikanmu dibayar oleh pemberi segalanya .


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi*Kerja tugas*

Puisi - Mereka lebih suka diluar

Puisi"Malam dalam sangkar"