Puisi "Sesaat dengan kesombongan"
Sesaat dengan kesombongan Hai kau yang duduk disinggah sana , Sesaat dengan kesombongan, Dengan dasi pakaian yang rapih Kursi mewah yang terlihat kokoh, Dengan warna yang selalu terlihat baru , cobalah tengok jari jemari peminta sesuap nasi, Bekerja saat lampu merah terhenti Mengedor- ngedor kaca pintu , Acuh dengan acuh lampu hijau tak menghasilkan apa-apa, Pulang dengan tangan kosong, Mencari makan di tempat sampah untuk keluarganya, Masihkah kalian menyisakan nasi itu ? Ada mereka yang mencari butiran nasi meredakan kelaparan mereka Ada mereka yang bermuka kusam dengan baju compang camping, Ada mereka yang kau abaikan dengan kesombongan sesaat , Mungkin hati mereka tertutup oleh limpahan uang , Mungkin mata mereka tak lagi melihat disekeliling penuh derita , Mungkin inilah keserakahan yang nyata terlihat, Mari doakan para pemeran berdasi, Dibukakan pintu hati dan mata mereka ...